Indikasi Pemeriksaan Ekho Pada Kelainan Katup

Pedoman ini dibuat berdasarkan materi dan klasifikasi dari American College of Cardiology dan American Heart Association (ACC/AHA) beserta beberapa referensi lain yang telah disesuaikan.

 

KLASIFIKASI 

Klasifikasi yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

Kelas I

 

Keadaan dimana terdapat kesepakatan bahwa prosedur/ terapi tertentu memiliki kegunaan dan efektif

Kelas II

 

Keadaan dimana terdapat perbedaan pendapat bahwa prosedur / terapi tertentu memiliki kegunaan atau efektif

Kelas II A

Sebagian besar pendapat menganggap berguna

Kelas II B

Sebagian kecil pendapat menganggap berguna

Kelas III

 

Keadaan dimana terdapat kesepakatan bahwa prosedur/ terapi tertentu tidak berguna atau efektif, atau bahkan merugikan

 

ADANYA BUNYI MURMUR JANTUNG (AUSKULTASI)

PASIEN TANPA GEJALA KLINIS

Kelas I

1. Terdapat murmur diastolik atau kontinyu

2. Terdapat murmur sistolik akhir atau holosistolik

3. Murmur mid-sistolik ³ grade 3

Kelas II A

1.Murmur yang disertai kelainan pada pemeriksaan fisik palpasi atau auskultasi jantung

2. Murmur yang disertai dengan kelainan ECG atau foto roentgen dada

Kelas III

1. Murmur mid-sistolik £ grade II yang dianggap tidak berbahaya atau dalam batas normal oleh ahli

2. Adanya kelainan AR atau MR yang ringan tanpa adanya bunyi murmur

 

PASIEN DENGAN GEJALA KLINIS 

Kelas I

1. Terdapat tanda dan gejala gagal jantung, iskemik miokard, syncope

2. Terdapat tanda dan gejala yang disertai dengan endokarditis infeksius atau tromboemboli

Kelas II A

Tanda dan gejala pada pasien dengan kelainan jantung yang tidak dapat dibuktikan berasal dari kelainan di luar jantung melalui pemeriksaan standar

Kelas III

Tanda dan gejala dari kelainan di luar jantung yang disertai murmur mid-sistolikisolated yang ringan

 

STENOSIS AORTA (AS)

Pemeriksaan ekhokardiografi 2-D berguna untuk : konfirmasi kelainan katup aorta, menentukan ukuran dan fungsi LV, derajat hipertrofi, dan kelainan-kelainan lain.

Pemeriksaan ekhokardiografi doppler berguna untuk : derajat stenosis aorta berdasarkan pengukuran gradien tekanan transvalvular (mean transvalvular pressure gradient) dan luas katup.

 

INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI PADA AS 

Kelas I

1. Diagnosis dan penentuan derajat AS

2. Penentuan ukuran, fungsi, dan/atau hemodinamik

3. Re-evaluasi pasien AS yang disertai perubahan gejala dan tanda

4. Penentuan adanya perubahan hemodinamik dan fungsi ventrikel pada pasien AS yang gestasi

5. Re-evaluasi pasien tanpa gejala dengan AS berat

Kelas II A

Re-evaluasi pasien tanpa gejala dengan AS ringan/sedang dan disfungsi/ hipertrofi LV

Kelas III

Re-evaluasi secara rutin dari pasien tanpa gejala dengan AS ringan, kondisi fisik stabil, dan ukuran & fungsi LV normal

 

Rekomendasi selang waktu pemeriksaan ekhokardiografi pada AS :

·  AS berat : setiap tahun

·  AS sedang : tiap 2 tahun

·  AS ringan : tiap 5 tahun

 

 

REGURGITASI/INSUFISIENSI AORTA (AR)

INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI PADA AR 

Kelas I

1.Diagnosis dan derajat dari AR akut

2.Diagnosis (adanya) AR kronik pada pasien dengan pemeriksaan fisik yang equivocal

3. Penentuan etiologi dari regurgitasi (termasuk penentuan morfologi katup, serta ukuran & morfologi aortic root)

4. Penentuan hipertrofi LV, dimensi (atau volume), dan fungsi sistolik

5. Estimasi semikuantitatif dari derajat AS

6. Re-evaluasi dari pasien dengan regurgitasi ringan, sedang, atau berat; yang disertai perubahan atau gejala baru

7. Re-evaluasi dari ukuran dan fungsi LV pada pasien tanpa gejala dengan regurgitasi berat

8. Re-evaluasi dari pasien tanpa gejala dengan regurgitasi ringan, sedang, atau berat yang disertai pembesaran aortic root

Kelas III

Re-evaluasi tahunan pada pasien tanpa gejala dengan AR yang ringan atau sedang, keadaan fisik stabil, dan ukuran LV dalam batas normal

 

 

STENOSIS MITRAL (MS) 

Pemeriksaan ekokardiografi 2-D berguna untuk :

· morfologi dari katup mitral, mobilitas daun katup; seperti ketebalan daun katup, kalsifikasi, adanya fusi kommisura/subvalvular.

· fungsi dan ukuran ventrikel

Pemeriksaan ekokardiografi doppler berguna untuk :

·derajat MS, estimasi tekanan sistolik PA (melalui sinyal kecepatan TR), menentukan adanya kelainan penyerta (MR atau AR)

·pemeriksaan hemodinamik pada exercise test

 

INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI TRANS-TORAKAL PADA MS

Kelas I

1. Diagnosis MS, penentuan derajat kelainan hemodinamik (mean gradient, MVA, tekanan PA)

2. Penentuan morfologi katup untuk menentukan kelayakan PMBV

3. Diagnosis dan pemeriksaan kelainan penyerta

4. Re-evaluasi pasien MS dengan perubahan gejala dan tanda

Kelas II A

Penentuan respons hemodinamik dari mean gradient dan tekanan PA melalui eko-doppler exercise test pada pasien dengan kondisi hemodinamik saat istirahat dan penemuan pemeriksaan fisik yang tidak sesuai

Kelas II B

Re-evaluasi pasien tanpa gejala dengan MS sedang/berat untuk menentukan tekanan PA

Kelas III

Re-evaluasi secara rutin pada pasien dengan MS ringan dan pemeriksaan klinis yang stabil

 

INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI TRANSESOFAGEAL (TEE) PADA MS

Kelas II A

Penentuan ada atau tidaknya trombus pada LA pada pasien yang dipersiapkan untuk PMBV atau cardioversion

Evaluasi morfologi katup mitral dan hemodinamik bila ekokardiografi transtorakal tidak dapat menghasilkan data yang memuaskan

Kelas III

Evaluasi rutin dari morfologi katup mitral dan hemodinamik bila pemeriksaan ekokardiografi transtorakal dapat menghasilkan data-data yang memuaskan

Catatan : pemeriksaan ekhokardiografi serial pada pasien MS dipertimbangkan bila diperlukan adanya perubahan dalam terapi atau untuk rekomendasi prosedur lainnya.

 

PROLAPS KATUP MITRAL (MVP)

Pemeriksaan ekhokardiografi merupakan pemeriksaan non-invasif terbaik untuk mendiagnosis MVP. Adanya MVP berdasarkan kriteria ekhokardiografi M-mode adalah : displacement ³ 2mm pada satu atau kedua daun katup ke posterior, holosystolic posterior “hammocking” > 3mm.

Pada ekhokardiografi 2-D; displacement sistolik dari satu/kedua daun katup pada parasternal view memberikan kecurigaan kuat adanya MVP. Pemeriksaan ekhokardiografi harus dapat memberikan penjelasan mengenai morfologi : penebalan daun katup, redundancy, dilatasi annulus, dan elongasi khordae.

 

INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI PADA MVP 

Kelas I

1. Diagnosis, penentuan derajat kelainan hemodinamik dari MR, morfologi daun katup, dan kompensasi ventrikel pada pasien dengan tanda-tanda fisik MVP

2. Untuk menyingkirkan adanya MVP pada pasien yang telah didiagnosis akan tetapi kelainan klinis yang benar-benar mendukung

Kelas II A

1. Untuk menyingkirkan adanya MVP pada pasien dengan hubungan keluarga tingkat I yang diketahui mengidap kelainan katup miksomatosa

2. Untuk stratifikasi resiko pada pasien dengan pemeriksaan fisik yang mengarah ke MVP, atau dengan MVP

Kelas III

1. Untuk menyingkirkan adanya MVP pada pasien tanpa adanya kelainan fisik tetapi memiliki riwayat keluarga dengan MVP

2. Pengulangan rutin ekokardiografi pada pasien dengan MVP ringan atau tanpa regurgitasi dan tanpa adanya perubahan gejala dan tanda

 

 

REGURGITASI MITRAL (MR)

Ekokardiografi berguna untuk menentukan ukuran LV dan LA, EF ventrikel kiri, derajat regurgitasi, dan tekanan PA.

 

INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI TRANS-TORAKAL PADA MR 

Kelas I

1. Evaluasi awal kuantitas derajat MR dan fungsi LV pada pasien yang dicurigai MR

2. Menentukan mekanisme MR

3. Untuk surveillance dari fungsi LV (diestimasi melalui pengukuran EF dan ESD) pada pasien tanpa gejala dengan MR berat

4. Untuk menilai status jantung setelah ada perubahan gejala

5. Evaluasi setelah MVR atau repair katup mitral, untuk menentukan status awal

Kelas III

Evaluasi follow-up rutin dari MR ringan dengan ukuran LV dan fungsi sistolik yang normal

 

 INDIKASI PEMERIKSAAN EKHOKARDIOGRAFI TRANSESOFAGEAL (TEE) PADA MR

Kelas I

1. TEE intra-operatif untuk menentukan anatomik dari MR dan penuntun tindakan repair

2. Evaluasi pasien MR bila pemeriksaan ekokardiografitranstorakal tidak menghasilkan informasi yang memuaskan

Kelas III

Follow-up rutin atau surveillance pasien dengan MR

 

Rekomendasi selang waktu untuk pemeriksaan ekokardiografi pada MR :

1.    MR sedang : setiap tahun

2.    MR berat  : setiap 6 bulan

 

source: “click here

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s