Pendahuluan

Secara global, kanker gaster menempati urutan keempat diantara kanker yang paling sering terjadi,1 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian karena kanker.2 Kanker lambung menempati peringkat kedua setelah kanker paru-paru dengan estimasi 755,500 kasus baru yang terdiagnosa. Insiden dari penyakit ini telah menurun secara bertahap, dikarenakan perubahan dalam diet, dan faktor lingkungan. Penurunan insiden dari kanker lambung terdapat pada Amerika Serikat, dimana penyakit ini menempati urutan 14 dalam tingkat kematian karena kanker, dengan estimasi 21,900 kasus baru dan 13,500 kematian pertahunnya. Dengan perkecualian pada beberapa negara didunia, dimana prognosis penyakit ini masih tetap buruk. Baca entri selengkapnya »

test 2 – surgery

Posted: Maret 26, 2010 in surgery

1) Satu hari setelah perbaikan terhadap ruptur aneurisma aorta yang dilakukan dalam keadaan emergensi, seorang pria berusia 66 tahun menghasilkan urine sebanyak 35 mL selama perioda 4 jam, sebuah kateter foley masih terpasang. Dia menerima 14 unit darah selama operasi. Suhu C (100 F), tekanan darah 104/68 mmHg, dan naditubuhnya 37.8 126x/menit. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya edema perifer yang luas. Suara jantung normal. Pada pemeriksaan dengan auskultasi suara paru terdengar bersih. Perut teraba lunak. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Hematocrit 27%, Serum Na+ 143 mEq/L, K+ 5.0 mEq/L, Urine Na+ 6 mEq/L. Manakah dari pernyataan di bawah ini yang merupakan penyebab oliguria yang paling tepat untuk pasien tersebut?
A) Gagal jantung
B) Hypovolemia
C) Occluded Foley catheter
D) Renal artery thrombosis
E) Transfusion reaction
Baca entri selengkapnya »

test 1-intern

Posted: Maret 26, 2010 in interna

1) Seorang perempuan berusia 32 tahun yang menderita diabetes mellitus tipe 1 mengalami gagal ginjal progresif dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dialisis belum dilakukan pada pasien ini. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan tanda-tanda abnormalitas. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin = 9 g/dl, hematokrit = 28 %, m3. Apus darah tepi menunjukkan sel-sel eritrositmdan MCV 94  normositer dan normokromik. Manakah jawaban di bawah ini yang paling mungkin sebagai penyebab kondisi pasien tersebut ?

A) Perdarahan akut
B) Leukemia limfositik kronik
C) Anemia Sideroblast
D) Defisiensi erythropoietin
E) Defisiensi enzim eritrosit
Baca entri selengkapnya »

 

PENDAHULUAN

Glaukoma merupakan neuropati optik degeneratif kronis yang dapat dibedakan dari bentuk neuropati optik didapat lainnya dari gambaran nervus optikus. Pada glaukoma, neuroretinal rim dari nervus optikus menipis secara progresif, mengakibatkan pembesaran cup nervus optikus. Fenomena ini disebut sebagai optic-nerve cupping. Penyebabnya adalah hilangnya sel axon ganglion retina, bersama sama dengan glia pendukung dan vaskularisasinya. Neuroretinal rim yang tersisa mempertahankan warna merah muda yang normal. Pada neuropati optik lainnya, jaringan nervus optikus kehilangan warna normalnya dan tidak terbentuk cupping. Terkecuali pada kondisi yang jarang yaitu arteritic anterior ischemic optic neuropathy, dimana cupping dapat muncul. Pasien dengan glaukoma seringkali kehilangan penglihatan perifer dan jika tidak ditangani akan kehilangan seluruh penglihatannya. Meskipun glaukoma seringkali mucul tanpa peningkatan tekanan intra okular (TIO), penyakit ini bagaimanapun juga diklasifikasikan berdasarkan variasi segmen anterior yang dapat meningkatkan TIO. Segmen anterior dari mata mempunyai sistem sirkulasinya sendiri yang memberikan nutrisi pada lensa dan kornea. Baca entri selengkapnya »

PENDAHULUAN

Lipoprotein merupakan partikel yang membawa lipid pada sirkulasi, termasuk kolesterol, trigliserida dan fosfolipid. Peningkatan level serum lipid disebut hiperlipidemia atau hiperlipoproteinemia. Beberapa kelainan dari metabolisme lipoprotein dapat mengakibatkan atherosklerosis, prekursor dari penyakit jantung koroner (PJK). Infiltrasi dan deposit lipoprotein pada jaringan, tidak terbatas pada pembuluh darah, lipoprotein dapat masuk ke kulit, jaringan subkutan dan tendon, akumulasi tersebut dapat mengakibatkan xanthomata. Kelainan dari metabolisme ipoprotein dpat mengakibatkan xanthomata yang berbeda, oleh karena itu pola dari xanthomata dapat memberi petunjuk mengenai tipe hiperlipoproteinemia yang terjadi.3

Baca entri selengkapnya »

PENDAHULUAN

Di seluruh dunia, satu dari dua orang terinfeksi oleh Mycobacterium Tuberkulosis (TB). Jumlah penderita TB sekitar 2,5% dari seluruh penyakit, dan merupakan penyebab kematian tersering pada wanita muda. TB sekarang menduduki peringkat 7 pada penyebab kematian dari penyakit. Meskipun obat yang efektif untuk TB telah ada selama 50 tahun yang lalu, setiap 15 detik seseorang meninggal karena TB, dan tiap satu detik seseorang terinfeksi dengan TB. 75 % pasien TB berada pada usia produktif, antara 15-54 tahun. Sembilan puluh lima persen kasus dan 99% kematian karena TB muncul di negara-negara berkembang, terutama pada Sub-saharan Africa dan South East Asia, dan sekitar 48% pasien dengan TB tinggal di Asia; termasuk Indonesia. Di masa-masa yang akan datang perhatian perlu diberikan pada interaksi antara penyakit kronik dengan TB, diantaranya yaitu diabetes.1 Tuberkulosis (TB) dan diabetes melitus (DM) seringkali ditemukan bersama sama (42,1%), terutama pada seseorang dengan resiko tinggi untuk menderita TB. DM telah dilaporkan dapat merubah gejala klinis dari TB serta berhubungan dengan respon yang lambat dari pengobatan TB dan tingginya mortalitas. TB dapat mengakibatkan pengaruh yang buruk terhadap kadar gula darah karena intoleransi glukosa yang menyebabkan keadaan hiperglikemia, namun akan membaik atau menjadi normal dengan pengobatan anti TB.2 Penyakit-penyakit penyerta tersebut 61,5% ditemukan sebagai penyakit primer (lebih dulu) dan 38,5% sebagai penyakit sekunder, yaitu TB Paru yang lebih dulu, penyakit penyertanya belakangan timbul.3

Baca entri selengkapnya »

1. Jenis-Jenis Obat Antimalaria

Obat antimalaria yang ideal adalah obat yang efektif terhadap semua jenis dan stadium parasit, menyembuhkan infeksi akut maupun laten, cara pemakaiannya mudah, harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, mudah diperoleh, efek samping ringan dan toksisitas rendah. Aktivitas antimalaria biasanya hanya terbatas pada satu atau dua stadium saja dari seluruh daur hidup parasit sehingga cukup sulit untuk memperoleh obat antimalaria yang ideal tersebut. Berdasarkan tempat dan cara kerja, obat antimalaria dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu :

Baca entri selengkapnya »

game immune attack

Posted: Oktober 26, 2008 in apaan nih

overview:

“Players navigate a nanobot through a 3D environment of blood vessels and connective tissue in an attempt to save an ailing patient by retraining her non-functional immune cells. Along the way, students learn about the biological processes that enable macrophages and neutrophils – white blood cells – to detect and fight infections. A database of immunology facts is also included.”

click here…..enjoy the interactive health game

Picture1

Instrumen

sensitifitas

Spesi fitas

usia

 

waktu (min)

Notes

PEDS

0.74-0.79

(moderate)

 

0.70–0.80 (moderate)

 

0–8 yr

2-10

Instrument skrining perkembangan umum, Parent-interview form;

Didesain untuk masalah perkembangan dan tingkah laku yang memerlukan evaluasi lebih lanjut, dapat berguna sebagai alat survailans

Ages and Stages Questionnaires (ASQ)

0.70–0.90

(moderate to high)

 

0.76–0.91

(moderate to high)

4–60 bln

10-15

Instrument skrining perkembangan umum, Parent-completed questionnaire; skrining komunikasi, motorik kasar, motorik halus, pemecahan masalah dan kemampuan personal adaptif

CDI

0.80–1.0.

(moderate to high)

 

0.94–0.96

(high)

18 bln- 6 thn

30-50

Instrument skrining perkembangan umum, Parent-completed questionnaire; Mengukur sosial, motorik, bahasa, dan kemampuan perkembangan umum

Denver-II

 

0.56–0.83      (low to moderate)

0.43–0.80 (low to

moderate)

0–6 thn

10-20

Instrument skrining perkembangan umum, Directly administered tool;

Didesain skrining bahasa ekspresif dan reseptif, motorik kasar, halus dan personal sosial

Bayley Infant Neurodevelopmental Screener

0.75–0.86 (moderate)

 

0.75–0.86

(moderate)

 

3–24 bln

10

Instrument skrining perkembangan umum, Skrining fungsi neurologis dasar, fungsi reseptif (visual, auditorik, dan taktil), fungsi ekspresif (oral, motorik kasar dan halus), dan proses kognitif.

Cognitive

Adaptive Test/Clinical

Linguistic Auditory

Milestone Scale

(CAT/CLAMS)

sensitivity:

0.21–0.67 in low-risk population

(low) and 0.05–0.88

in high-risk populations

(low to high)

specificity:

0.95–1.00 in low-risk

population (high) and 0.82–

0.98 in high-risk populations

(moderate to high)

3–36 bln

15-20

Directly administered tool;  Skrining bahasa dan kognitif, mengukur visual motorik/pemecahan masalah (CAT), bahasa ekspresif dan reseptif (CLAMS)

the Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)

0.85–0.87

(moderate)

 

0.93–0.99 (high)

18-24

bln

5

Instrument skrining autism, Parent-completed

questionnaire

ELM = Early Language Milestone Scale; CAT = Clinical AdaptiveTest; CLAMS = Clinical Linguistic and Auditory Milestone Scale; PEDS = Parents’ Evaluation of Developmental Status;

2.1 Definisi

Osteosarkoma merupakan neoplasma sel spindle yang memproduksi osteoid.

2.2 Epidemiologi

Di Amerika Serikat insiden pada usia kurang dari 20 tahun adalah 4.8 kasus per satu juta populasi. Insiden dari osteosarkoma konvensional paling tinggi pada usia 10-20 tahun, Setidaknya 75% dari kasus osteosarkoma adalah osteosarkoma konvensional. Observasi ini berhubungan dengan periode maksimal dari pertumbuhan skeletal. Namun terdapat juga insiden osteosarkoma sekunder yang rendah pada usia 60 tahun, yang biasanya berhubungan dengan penyakit paget.1 <a Baca entri selengkapnya »