night crawler

…never ending journey….

Xanthelasma

tinggalkan komentar »

PENDAHULUAN

Lipoprotein merupakan partikel yang membawa lipid pada sirkulasi, termasuk kolesterol, trigliserida dan fosfolipid. Peningkatan level serum lipid disebut hiperlipidemia atau hiperlipoproteinemia. Beberapa kelainan dari metabolisme lipoprotein dapat mengakibatkan atherosklerosis, prekursor dari penyakit jantung koroner (PJK). Infiltrasi dan deposit lipoprotein pada jaringan, tidak terbatas pada pembuluh darah, lipoprotein dapat masuk ke kulit, jaringan subkutan dan tendon, akumulasi tersebut dapat mengakibatkan xanthomata. Kelainan dari metabolisme ipoprotein dpat mengakibatkan xanthomata yang berbeda, oleh karena itu pola dari xanthomata dapat memberi petunjuk mengenai tipe hiperlipoproteinemia yang terjadi.3

Baca entri selengkapnya »

Written by reza fahlevi

November 22, 2009 at 3:01 am

Pengelolaan DM tipe II yang disertai TB paru BTA positif

tinggalkan komentar »

PENDAHULUAN

Di seluruh dunia, satu dari dua orang terinfeksi oleh Mycobacterium Tuberkulosis (TB). Jumlah penderita TB sekitar 2,5% dari seluruh penyakit, dan merupakan penyebab kematian tersering pada wanita muda. TB sekarang menduduki peringkat 7 pada penyebab kematian dari penyakit. Meskipun obat yang efektif untuk TB telah ada selama 50 tahun yang lalu, setiap 15 detik seseorang meninggal karena TB, dan tiap satu detik seseorang terinfeksi dengan TB. 75 % pasien TB berada pada usia produktif, antara 15-54 tahun. Sembilan puluh lima persen kasus dan 99% kematian karena TB muncul di negara-negara berkembang, terutama pada Sub-saharan Africa dan South East Asia, dan sekitar 48% pasien dengan TB tinggal di Asia; termasuk Indonesia. Di masa-masa yang akan datang perhatian perlu diberikan pada interaksi antara penyakit kronik dengan TB, diantaranya yaitu diabetes.1 Tuberkulosis (TB) dan diabetes melitus (DM) seringkali ditemukan bersama sama (42,1%), terutama pada seseorang dengan resiko tinggi untuk menderita TB. DM telah dilaporkan dapat merubah gejala klinis dari TB serta berhubungan dengan respon yang lambat dari pengobatan TB dan tingginya mortalitas. TB dapat mengakibatkan pengaruh yang buruk terhadap kadar gula darah karena intoleransi glukosa yang menyebabkan keadaan hiperglikemia, namun akan membaik atau menjadi normal dengan pengobatan anti TB.2 Penyakit-penyakit penyerta tersebut 61,5% ditemukan sebagai penyakit primer (lebih dulu) dan 38,5% sebagai penyakit sekunder, yaitu TB Paru yang lebih dulu, penyakit penyertanya belakangan timbul.3

Baca entri selengkapnya »

Terapi Malaria pada Anak

with one comment

1. Jenis-Jenis Obat Antimalaria

Obat antimalaria yang ideal adalah obat yang efektif terhadap semua jenis dan stadium parasit, menyembuhkan infeksi akut maupun laten, cara pemakaiannya mudah, harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, mudah diperoleh, efek samping ringan dan toksisitas rendah. Aktivitas antimalaria biasanya hanya terbatas pada satu atau dua stadium saja dari seluruh daur hidup parasit sehingga cukup sulit untuk memperoleh obat antimalaria yang ideal tersebut. Berdasarkan tempat dan cara kerja, obat antimalaria dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu :

Baca entri selengkapnya »

Written by reza fahlevi

September 28, 2009 at 2:06 pm

Ditulis dalam referat

Ditandai dengan ,

game immune attack

tinggalkan komentar »

overview:

“Players navigate a nanobot through a 3D environment of blood vessels and connective tissue in an attempt to save an ailing patient by retraining her non-functional immune cells. Along the way, students learn about the biological processes that enable macrophages and neutrophils – white blood cells – to detect and fight infections. A database of immunology facts is also included.”

click here…..enjoy the interactive health game

Picture1

Written by reza fahlevi

Oktober 26, 2008 at 4:36 pm

Ditulis dalam health game

Perbedaan instrumen perkembangan anak

with one comment

Instrumen

sensitifitas

Spesi fitas

usia

 

waktu (min)

Notes

PEDS

0.74-0.79

(moderate)

 

0.70–0.80 (moderate)

 

0–8 yr

2-10

Instrument skrining perkembangan umum, Parent-interview form;

Didesain untuk masalah perkembangan dan tingkah laku yang memerlukan evaluasi lebih lanjut, dapat berguna sebagai alat survailans

Ages and Stages Questionnaires (ASQ)

0.70–0.90

(moderate to high)

 

0.76–0.91

(moderate to high)

4–60 bln

10-15

Instrument skrining perkembangan umum, Parent-completed questionnaire; skrining komunikasi, motorik kasar, motorik halus, pemecahan masalah dan kemampuan personal adaptif

CDI

0.80–1.0.

(moderate to high)

 

0.94–0.96

(high)

18 bln- 6 thn

30-50

Instrument skrining perkembangan umum, Parent-completed questionnaire; Mengukur sosial, motorik, bahasa, dan kemampuan perkembangan umum

Denver-II

 

0.56–0.83      (low to moderate)

0.43–0.80 (low to

moderate)

0–6 thn

10-20

Instrument skrining perkembangan umum, Directly administered tool;

Didesain skrining bahasa ekspresif dan reseptif, motorik kasar, halus dan personal sosial

Bayley Infant Neurodevelopmental Screener

0.75–0.86 (moderate)

 

0.75–0.86

(moderate)

 

3–24 bln

10

Instrument skrining perkembangan umum, Skrining fungsi neurologis dasar, fungsi reseptif (visual, auditorik, dan taktil), fungsi ekspresif (oral, motorik kasar dan halus), dan proses kognitif.

Cognitive

Adaptive Test/Clinical

Linguistic Auditory

Milestone Scale

(CAT/CLAMS)

sensitivity:

0.21–0.67 in low-risk population

(low) and 0.05–0.88

in high-risk populations

(low to high)

specificity:

0.95–1.00 in low-risk

population (high) and 0.82–

0.98 in high-risk populations

(moderate to high)

3–36 bln

15-20

Directly administered tool;  Skrining bahasa dan kognitif, mengukur visual motorik/pemecahan masalah (CAT), bahasa ekspresif dan reseptif (CLAMS)

the Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)

0.85–0.87

(moderate)

 

0.93–0.99 (high)

18-24

bln

5

Instrument skrining autism, Parent-completed

questionnaire

ELM = Early Language Milestone Scale; CAT = Clinical AdaptiveTest; CLAMS = Clinical Linguistic and Auditory Milestone Scale; PEDS = Parents’ Evaluation of Developmental Status;

Written by reza fahlevi

Oktober 20, 2008 at 4:38 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Osteosarkoma

tinggalkan komentar »

2.1 Definisi

Osteosarkoma merupakan neoplasma sel spindle yang memproduksi osteoid.

2.2 Epidemiologi

Di Amerika Serikat insiden pada usia kurang dari 20 tahun adalah 4.8 kasus per satu juta populasi. Insiden dari osteosarkoma konvensional paling tinggi pada usia 10-20 tahun, Setidaknya 75% dari kasus osteosarkoma adalah osteosarkoma konvensional. Observasi ini berhubungan dengan periode maksimal dari pertumbuhan skeletal. Namun terdapat juga insiden osteosarkoma sekunder yang rendah pada usia 60 tahun, yang biasanya berhubungan dengan penyakit paget.1 <a Baca entri selengkapnya »

Periapikal granuloma

with 11 comments

PENDAHULUAN

Latar belakang

Karies merupakan salah satu penyakit tertua yang telah ada sejak 14.000 tahun yang lalu. sesuai dengan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan menyebut prevalensi karies gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Karies yang berlanjut lambat laun akan mencapai bagian pulpa dan mengakibatkan peradangan pada pulpa. Walton mengklasifikasikan keradangan pada pulpa terdiri dari pulpitis reversibel, pulpitis irreversibel, degeneratif pulpa dan nekrosis pulpa. Proses peradangan pulpa yang berlanjut dapat menyebabkan kelainan periapikal. Lesi periapikal dikelompokkan menjadi : simptomatik apikal periodontitis, asimptomatik apikal periodontitis dan abses periapikal. Nobuhara dan del Rio(1) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa 59.3% dari lesi periapikal merupakan granuloma periapikal, 22% kista periapikal, 12% jaringan parut periapikal dan 6.7% lainnya. Baca entri selengkapnya »

Written by reza fahlevi

Oktober 20, 2008 at 6:49 am

Stenosis servikal

with 2 comments

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kebanyakan masalah servikal disebabkan karena perubahan degeneratif yang muncul pada diskus dan sendi servikal. Perubahan degeneratif dapat mengakibatkan perubahan pada struktur saluran spinal menjadi menyempit dan disebut spinal stenosis. Keadaan ini dapat mengakibatkan tekanan pada saraf. Osteofit yang berada pada saluran spinal akan menyebabkan berkurangnya ruangan yang ada, sehingga saluran spinal akan menjadi lebih sempit. Osteofit yang ada dapat menekan saraf atau akar saraf. Tekanan pada saraf akan menyebabkan gejala myelopati, myelopati dapat menyebabkan terganggunya pola berjalan yang normal, terganggunya fungsi penggunaan tangan dan jari, dan terganggunya fungsi kandung kemih dan defekasi. Myelopati yang tidak ditangani akan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf. Sedangkan tekanan pada akar saraf akan dapat menyebabkan radikulopati dan akan memproduksi nyeri, kelemahan atau perubahan sensoris pada area yang disuplai oleh saraf tersebut dari saraf servical sampai bahu, lengan atau tangan.1,2,5 Baca entri selengkapnya »

SAY NO TO ABORTION

tinggalkan komentar »

Aborsi1

abortion video #1

abortion video #2

Written by reza fahlevi

Oktober 18, 2008 at 8:25 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Indikasi Pemeriksaan Ekho Pada Kelainan Katup

tinggalkan komentar »

Pedoman ini dibuat berdasarkan materi dan klasifikasi dari American College of Cardiology dan American Heart Association (ACC/AHA) beserta beberapa referensi lain yang telah disesuaikan.

Baca entri selengkapnya »

Written by reza fahlevi

Oktober 18, 2008 at 3:51 pm